University Farm

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Home ADS Cikarawang Konsep Agribusiness Development Center

Konsep Agribusiness Development Center

E-mail Print PDF

 

KONSEP AGRIBUSINESS DEVELOPMENT CENTER

 

Agribusiness Development Center (selanjutnya disebut ADC) adalah suatu konsep pusat agribisnis terpadu yang mengintegrasikan produksi dan pemasaran dalam satu paket kegiatan. Pendampingan dan pemberdayaan masyarakat petani menjadi bagian yang tak terpisahkan dari ADC.

 

Dari sisi fisik, ADC setidaknya terdiri atas petak-petak percobaan (demonstration plot/demplot), baik berupa hamparan terbuka maupun rumah kaca atau jaring (green house dan screen house), sumber air yang memadai, packing house, dan tempat training.

 

Di dalam ADC, riset pemasaran dilakukan terlebih dahulu untuk mengidentifikasi komoditas yang memiliki permintaan pasar tinggi dan memiliki kelayakan ekonomis (misalkan harga jual relatif stabil, supply/pasokan masih rendah, dan biaya produksinya masih terjangkau). Tim pemasaran ADC tidak hanya memcari peluang pasar, melainkan sudah menghasilkan komitmen pasar untuk ditindaklanjuti oleh tim produksi.

 

Teknologi yang dikembangkan oleh perguruan tinggi ataupun lembaga penelitian di luar perguruan tinggi digunakan untuk mendukung produksi komoditas yang diminta pasar tersebut. Teknologi itu dapat berupa teknologi di bidang produksi (benih, teknik budidaya, pemupukan, dan lain sebagainya) maupun pasca produksi yaitu penjaminan mutu produk melalui penanganan pasca panen yang tepat (penyimpanan, grading, packing, dan labeling).

 

Selanjutnya teknologi tersebut diujicobakan (yield trial) pada hamparan demplot yang ada di ADC. Uji coba diperlukan untuk mengetahui teknologi mana yang paling tepat dan paling layak digunakan di lahan ADC yang merupakan representasi dari lahan yang dimiliki petani di sekitarnya. Dari hasil uji coba ini Tim Ahli yang mengangani ADC akan menyusun petunjuk teknis (manual guide) untuk produksi komoditas tertentu di wilayah tersebut. Petunjuk teknis inilah yang selanjutnya akan digunakan sebagai panduan bagi petani mitra ADC ketika tiba saatnya dilakukan perluasan lahan tanam untuk memenuhi kebutuhan pasar.

 

Seperti yang sudah diuraikan di atas, ADC tidak berjalan sendiri. Pada dasarnya ADC adalah tempat bernaungnya kelompok-kelompok tani di sekitar lokasi ADC. Para petani tersebut menjadi mitra ADC untuk memasok komoditas ke pasar. Sebelum menjadi mitra, para petani tersebut akan mengikuti pelatihan di dalam ADC agar dapat menjalankan produksi sesuai dengan manual guide yang disusun agar hasilnya memenuhi kualitas dan kuantitas yang diminta pasar.

 

Petani mitra ADC terikat kontrak dengan ADC dan berhak untuk mendapatkan pendampingan teknis produksi dan pasca produksi. Perencanaan produksi yang terdiri atas penentuan komoditas, penjadwalan waktu tanam, luas hamparan dilakukan oleh tim ADC dan selanjutnya dilaksanakan petani. Perencanaan produksi ini penting dilakukan untuk menjamin kesinambungan produksi untuk memenuhi komitmen yang sudah dibuat dengan pasar.

 

Penjaminan mutu produk yang dihasilkan petani dilakukan di ADC dalam bentuk grading (pemilahan produk berdasarkan ukuran, warna, bentuk, dll), keamanan (misalkan bebas bakteri e-coli, kadar pestisida dalam batas yang aman), teknik pengemasan yang baik dan memenuhi standar tertentu, dan lain sebagainya.

 

Melalui pola ADC ini pihak investor yang membiayai operasional ADC mengambil keuntungan finansial dari selisih harga beli dari petani dan harga jual ke pasar dipotong biaya operasional ADC sendiri seperti pendampingan dan penjaminan mutu. Sedangkan petani memperoleh keuntungan dari selisih biaya produksi dengan harga jual ke ADC. Kegiatan ini hanya bisa berkesinambungan bila investor dan petani memperoleh keuntungan yang layak.

 

Dalam kerjasama pengembangan ADC antara Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan mitra bisnis, IPB bertindak sebagai penyuplai teknologi dan tim ahli di sisi produksi dan penjaminan mutu. IPB bertanggung jawab dalam pelaksanaan yield trial sampai penyusunan manual guide dan training untuk calon pendamping petani dan petani mitra. Mitra bisnis akan bertindak sebagai investor yang membiayai ADC ini sejak persiapan sampai berjalannya kegiatan. Selain itu mitra bisnis akan menjalankan ADC di sisi pemasaran.

 

Pendampingan kepada petani dalam jangka pendek masih dilakukan oleh IPB, namun dalam jangka panjang bisa dilakukan bersama-sama oleh mitra bisnis, perguruan tinggi terdekat dan penyuluh pertanian setempat dengan memanfaatkan skema kerjasama Academic-Business-Government (ABG). Gambar 1 menjelaskan konsep ADC yang telah diuraikan di atas.

 

Gambar 2 .Konsep Agribusiness Development Center

 

Gambar 2. Konsep Agribusiness Development Center

 

Hasil yang diharapkan dari pembangunan ADC ini adalah peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani, perbaikan kualitas lingkungan, dan tentunya keuntungan ekonomis bagi investor dan jejaring kerjanya yang diharapkan bisa berdampak positif terhadap percepatan pembangunan wilayah di sekitar lokasi ADC.

 

Last Updated on Wednesday, 19 August 2015 06:26  

Add comment


Security code
Refresh